Selasa, 22 Agustus 2017

....

Sesekali aku memikirkan tentang apa yang telah terjadi. Ingatan itu seperti membekas di hati bahkan fikiran. Tentang apa yang pernah aku lakukan sebelumnya. Aku memang tidak pernah menyesal tentang hal tersebut, karena aku percaya hal itu telah melalui takdir yang sudah di tulis. Tapi ingatan tersebut memaksaku untuk membenci hembusan angin, karena ia lah aku sering mengenangnya. Dia yang aku ingat tidak pernah salah, karena takdir lah yang memaksa kita untuk pernah dekat dan menghabiskan waktu bersama. Tetapi kata pernah dekat itu lah yang membuat aku sangat membencinya.

Aku pernah sedikit berharap pada masa lalu, aku berharap tentang apa yang telah ku lakukan di masa itu bisa terjadi kepadaku. Tapi aku merasa seperti aku berharap pada bintang bahwa sewaktu-waktu ia akan jatuh tepat ke pelukanku. Bukankah harapan itu akan membuatku merasa kesepian? Karena aku selalu memikirkan tentang apa yang terjadi dulu. Sesekali ingin ku coba tuk berharap pada keadaan nanti, tapi aku menyerah karena harapan dahulu.

Terkadang aku merasa sakit ketika ingatan tersebut datang, tapi saat itu datang (lagi), waktu tak mengizinkanku untuk mengingatnya walau sesaat, hingga akhirnya aku tak ingat persis kejadiannya. Aku tak bisa mengingatnya karena yang ku tahu, dia yang ingin kuingat telah bahagia dalam hidupnya. Sakit. Namun hal tersebut tak membuat aku terisak karena kesakitan itu. Kenyataannya aku sudah bisa menerima tentang apa yang telah terjadi. Karena sekarang aku telah menerima sesuatu yang aku fikir, aku pantas menerimanya. Yang aku sayangkan itu bukan darinya, melainkan orang lain yang tak pernah ku fikirkan selama ini.

Mulai sekarang dan seterusnya, aku tak ingin mengingat ataupun menyesal tentang apa yang telah terjadi. Karena aku percaya pada suatu  kalimat yang akan menjadikan baik kedepannya :

Tetaplah menjadi baik, karena bisa jadi kau akan ditemukan orang baik, ataupun menemukan orang baik.
 

Juli, 2017
Share:

Puan Elusif

Jangan tanya aku siapa. Aku bukanlah seseorang yang jago dalam menulis. Aku hanya seseorang yang ingin menulis, karena itu adalah hobiku.