Sempat tersadar, ini
bukan salah mereka yang pergi. Aku bagaikan landak dan kaktus, yang berusaha
melindungi diri dengan cara melukai yang lain, yang ingin mendekatiku. Aku
sedang berusaha melepaskan duriku, satu persatu, biarkan aku yang terluka. Terkadang
luka itu membuatku marah, dan tanpa sadar membuat kalian semakin menjauh.
Terkadang sempat
terfikir olehku mengapa landak dan kaktus memilikinya? Sesuatu yang membuat
mereka berbeda dari yang lainnya?
Bukankah hal tersebut membuat mereka menakutkan untuk di dekati? Banyak
pertanyaan terlintas difikiranku, seakan mereka adalah aku. Aku membayangkan
aku adalah mereka. Mungkin mereka akan mati apabila melepaskan sesuatu yang
sudah menjadi haknya, lantas bagaimana denganku? Aku bukanlah mereka, tapi seolah-olah aku membayangkan bahwa mereka
adalah aku.
Aku menyembunyikan diri
layaknya mereka, dan yang tersisa adalah kesepian. Tak ada yang berani
mendekatiku, bahkan melihatku mereka enggan. Tak ada yang berani
mendekatiku, bahkan membantuku melepaskan
duri itu, mereka hanya pergi dan menjauh, apalagi ketika duri itu semakin
menjadi-jadi. Bukan kah hal itu akan membuatku kesepian? Seandainya aku benar
mereka, aku akan merasa beruntung menjadi mereka yang tak memiliki perasaan,
yang tak memiliki fikiran, untuk apa yang akan terjadi kedepan. Seandainya aku
benar mereka, aku akan benar-benar
merasa beruntung hanya hidup untuk dirinya sendiri. Tapi aku tercipta dengan
tujuan yang berbeda dari mereka, bukan kah itu akan membuatku merasa kesepian?
Apakah itu inginku
untuk hidup seperti mereka? Aku ingin belajar hidup yang berbeda dari mereka,
yang membuat kalian tak pergi menjauh
bahkan memalingkan wajah dari ku. Apakah itu perasaanku saja? Aku hanyalah
seseorang yang sensitif, bahkan perasaanku mudah tersentuh, dan hatiku mudah
menangis, tapi aku tak ingin kalian tahu, bahwa aku selemah itu, aku
menciptakan duri layaknya mereka (landak dan kaktus) untuk menutupi kekuranganku, dan duri itu akan
semakin menjadi-jadi apabila kalian membayangi dengan duri lain, tetapi duri itu akan jatuh satu-persatu pabila kalian mendekatiku dengan hangat, dan mencoba memahami duriku.





