Minggu, 14 Juli 2019

Dunia Baru, Indah namun Sesaat.

Dunia Maya
Sebuah Dunia yang tidak ingin ku sentuh, walau bayangnya.
Sebuah Dunia yang terlihat semu, meski indah.
Sebuah Dunia yang terlihat seperti perkumpulan orang-orang kesepian, namun hangat.
Sebuah Dunia yang terlihat indah dan hangat, tetapi sangat menakutkan.

Sesekali bahkan setiap hari kau bisa mengekspresikan angganmu, mimpimu dan halumu.
Sesekali bahkan setiap hari kau bisa mencaci dan memaki bahkan terhadap orang yang belum kau kenal sebelumnya.
Sesekali bahkan setiap hari kau bisa berbagi, seberapa suka nya harimu, bahkan seberapa dukanya harimu.

Terlihat indah bagi sebagian ataupun semua orang, tetapi tidak untukku, dulu...
Sesuatu yang tidak ingin ku sentuh, bahkan pada bayang nya pun aku enggan melaluinya. Namun, tiba-tiba aku tergelincir, jatuh. merasakan indahnya, Dan memang betul dunia itu sangatlah indah dan hangat. Aku terperangkap, bukan hanya satu hari, dua hari. Bukan hanya satu minggu, dua minggu. bahkan lama, aku terbuai indahnya. Seperti menjanjikan kebersamaan setiap waktu. Membuatku tak ingin lepas, terhadap ia, Dunia Maya.

Suatu ketika membuatku tak bisa jauh walau sejenak, suatu ketika membuatku tak ingin melakukan apapun kecuali bersamanya, Dunia Maya. Aku bahkan mengangumi nya, dan lupa bahwa ada yang lebih Agung untuk di kagumi. Aku bahkan sering merindukan nya, sampai lupa bahwa ada yang lebih Agung untuk di rindukan.

Aku yang terjebak dan terperangkap, sampai dengan sekarang. sedikit demi sedikit menyadari, bahwa itu adalah dunia semu dan sesaat.
Aku..... ya aku adalah seorang yang takut di tinggalkan, tetapi kenapa aku memilih terperangkap di dunia itu, saat aku tahu bahwa kemungkinan besar ditinggalkan sangatlah besar di dunia itu. Dan pada akhirnya, aku harus menerima konsekuensi atas semua keputusanku yang jatuh dan sempat merasakan indahnya.
Share:

Puan Elusif

Jangan tanya aku siapa. Aku bukanlah seseorang yang jago dalam menulis. Aku hanya seseorang yang ingin menulis, karena itu adalah hobiku.